Game. Mayoritas orang di seluruh dunia menyukainya. Tak sedikit bahkan yang kecanduan game atau memilih profesi sebagai pemain game profesional. Mereka tidak lagi bermain game untuk mengisi waktu atau bersenang-senang. Obsesi mereka adalah menjadi juara atau ahli dalam game tertentu. Contohnya Darbian, seorang pemain game yang akhir-akhir ini menjadi terkenal karena menjadi pemegang rekor dunia dalam Super Mario Bros. Ia berhasil menyelesaikan game klasik dalam waktu kurang dari 5 menit. Tepatnya 00:04:57 !

Ya, game Super Mario Bros yang  sempat booming di era 90’an itu memang sangat mengasyikan. Game yang diterbitkan oleh Nitendo pada 1985 itu mempunyai karakter utama Mario dan Luigi, dua bersaudara yang berprofesi sebagai tukang pipa. Ia harus menyelamatkan putri Toadstool yang diculik Bowser. Untuk itu pemain, sebagai Mario atau Luigi, harus menjelajahi kerajaan Jamur yang memiliki delapan dunia melewati berbagai rintangan dan musuh.

Komputer Mahir dan Kecanduan Game?

Tahukah anda bahwa tidak hanya manusia saja yang “senang” bermain Super Mario Bros ? Komputer pun kini memainkan game ini dan ia cukup mahir! MarI/O merupakan sebuah program komputer yang diciptakan oleh seorang programmer dengan akun Youtuber Seth Bling. Ia mengimplementasikan salah satu artificial intelligence (AI) sehingga MarI/O yang dapat memikirkan langkah terbaik untuk menyelesaikan sebuah level. Dimulai dari langkah yang harus diambil , cara menghadapi musuh dan cara melewati platform-platform yang susah.

Menggunakan NEAT yaitu Neural Evolution of Augmenting Technologies, MarI/O belajar bermain Super Mario Bros secara bertahap. MarI/O pada awal di start hanya akan diam saja , karena dia tidak tahu input apa yang mesti dilakukan untuk mencapai akhir level. Jika diam terlalu lama dia akan mereset dan mencoba memasukkan input baru , terus berulang-ulang hingga dia akhirnya berjalan ke kanan selama kotak putih terbaca (platform). Setiap kali MarI/O mati dia akan menentukan dimana jarak terjauh yang bisa dicapai , dan melakukan proses evolusi dalam menentukan langkah untuk menyelesaikan level. Proses evolusi sendiri yaitu proses dimana MarI/O menyeleksi kumpulan data yang telah terkumpul dalam 1 generasi. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah video dari marI/O:

Sebenarnya MarI/O bukanlah satu-satunya program komputer yang bermain game. Jauh sebelum MarI/O, terdapat program komputer bernama Deep Blue yang pintar bermain catur. Pada tahun 1997, Deep Blue berhasil memenangkan permainan catur melawan Garry Kasparov, seorang juara dunia catur untuk pertama kali.

Pada 2014, Google membeli Deep Mind, perusahaan dibalik Deep Blue, dan mengembangkan suatu AI yang dapat menyelesaikan sebuah game hanya dengan bekal  informasi yang sangat. Google AI ini mencoba 49 game klasik dimana performanya melebihi atau setara dengan manusia pada 29 dari 49 game yang di tes.  Cara kerja Google AI ini hampir sama dengan manusia yaitu dengan masuknya berbagai macam informasi dalam jumlah besar melalui “panca indra” dan “otak” akan mengambil informasi yang penting saja. Lalu menggunakan informasi atau pola tersebut untuk menyelesaikan suatu masalah. Dan jika ada cara yang lebih baik , AI akan menggunakan cara tersebut.

Menakutkan ?? Sebenarnya tidak perlu takut atau cemas. Jika diamati, program-program komputer ini dapat menjadi sedemikian pintar dengan prinsip yang sangat dasar dan sederhana: Terus Berusaha dan Belajar dari Kesalahan. Apabila kita, manusia, bertekun dengan prinsip yang sama, tentu kita tidak akan kalah dari sebuah program komputer. Bukankan program komputer hanya ciptaan manusia ? 😉

written by:
Jeonathan Juan (20413002)
Mahasiswa Teknik Informatika Program IMT 2013
Information and Multimedia Technology
School of Creative Industry

rewritten by:
CCL 20160419

Sumber:

Google machine learns to master video games. http://www.bbc.com/news/science-environment-31623427

Super Mario Bros. https: //id.wikipedia.org/wiki/Super_Mario_Bros.

Deep Blue. https://id.wikipedia.org/wiki/Deep_Blue