Project Description

Yehezkiel Cheryan Tjandra

Entry Year:
IFT 2008

Nama Bisnis:
Plan B

Asal SMA:
SMA Kr. Petra 1

Instagram bisnis:
@maybeplanb

  • Jelaskan mengenai bisnis yang sedang dijalankan ?
    Ketika seseorang belajar berbicara bahasa Inggris, langkah utama atau Plan A yang dilakukan adalah pergi ke kursus bahasa Inggris seminggu 1x atau 2x. Masalahnya adalah, orang tersebut tak kunjung fasih berbahasa Inggris. Mengapa? Karena dia hanya belajar dan latihan berbahasa Inggris ketika kursus, dan sehari-hari bahasa Inggris ini tidak digunakan. Kalaupun bahasa Inggris digunakan, mencari teman untuk berlatih sangatlah susah dan kebanyakan teman mereka selalu menghakimi dan berkata “Kamu keminggris!” atau “Udah ga usah sok, Indo aja”. Di Youtube jg cuma mendengarkan, tanpa adanya interaksi.Lalu apakah ada yang lebih baik?Plan B adalah sebuah inovasi di dalam dunia pembelajaran bahasa Inggris dimana aplikasi ini memfasilitasi user untuk benar-benar berbicara dan kemudian user akan diberikan feedback dengan cara analisis dari segi pronunciation (akurasi berbicara) dan pace (kecepatan berbicara), lewat engine yang dikembangkan sendiri oleh team Plan B. User tidak perlu lagi bingung mencari partner berbicara karena user dapat dengan mudah membuka aplikasi dan berbicara dengan karakter di dalamnya. Tidak hanya itu, metode pembelajarannya juga fun karena mengintegrasikan storytelling di dalamnya. Semua kalimat yang anda ucapkan, semua pilihan yang anda ambil, akan menentukan nasib dari karakter yang ada di aplikasi ini.

    “When your Plan A doesn’t work, try Plan B”

  • Kapan bisnis ini dibentuk dan bagaimana awal mula bisnis dibentuk ?
    Plan B dibentuk pada tanggal 5 September 2019 di Apple Developer Academy oleh team OddEight. Team yang terbentuk pada saat itu adalah hasil dari penyaringan pribadi dari initial founders dari Plan B. Ide awal Plan B sendiri sebenarnya sudah tercetus sejak bulan Mei 2019, prototype awal pun juga sudah dibuat, namun final productnya akhornya dilanjutkan di bulan September. Jumlah anggota pada awalnya 8 orang tetapi pada akhir dari project di academy, jumlah anggota yang melanjutkan menjadi 7 orang yang terdiri dari 3 coders, 3 designers, dan 1 project manager. Setelah academy selesai, team OddEight mulai mencoba mengembangkan aplikasi yang sudah diciptakan dan untuk memvalidasi feasibility dan untuk lebih menyiapkan diri sebagai sebuah team pengembang aplikasi, Plan B mengikuti kompetisi startup nasional BEKUP BAPAREKRAF 2020. Pada akhirnya Plan B meraih juara 2 nasional dan Plan B pun akhirnya diteruskan dengan berbagai feedback yang didapat dari kompetisi dan mentor-mentor yang didapat.
  • Pengalaman paling berkesan yang didapat di UC ?
    Surprisingly, setelah saya pikir-pikir, banyak sekali business opportunity yang bisa didapat ketika berkarya di UC. Saya paling ingat ketika semester 3, semua mahasiswa harus membuka lapak dan berjualan. Jujur, dengan background IT agak susah dan aneh untuk berjualan produk di belakang booth, namun ini experience yang sangat berharga karena saya bisa belajar bersosialisasi dengan lebih baik. Pembelajaran di UC juga yang akhirnya menjadi trigger terbentuknya startup pertama saya, Convo Asia Network, yang berbentuk aplikasi digital. Walaupun pada akhirnya harus pivot, namun mindset “fail fast learn fast” ini akhirnya saya dapat. Spirit UC yang juga selalu inovatif, motivated, dan positif selalu menjadi refleksi untuk kehidupan saya juga, baik dalam bekerja maupun daily life.