Flyer Worshop Computational Thinking Batch 2

Apa itu Computational Thinking atau Berpikir Komputasional?

Berpikir komputasional (Computational Thinking) adalah metode menyelesaikan persoalan dengan menerapkan teknik ilmu komputer (informatika). Tantangan bebras menyajikan soal-soal yang mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan kritis dalam menyelesaikan persoalan dengan menerapkan konsep-konsep berpikir komputasional.

Gerakan PANDAI

Gerakan PANDAI (Pengajar Era Digital Indonesia) merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan oleh Bebras Indonesia yang mendapatkan dukungan dana dari Google.org. Target peserta kegiatan ini adalah sebanyak 2 juta siswa Indonesia melalui workshop kepada 22.000 guru berbagai mata perlajaran dari 22 daerah di Indonesia.

Gerakan ini juga mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan & Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Organisasi edukasi non-profit Bebras Indonesia yang memiliki kemitraan dengan 79 Universitas di Indonesia dalam bentuk Biro Bebras Universitas. Untuk pelaksanaannya Bebras Indonesia telah memilih 60 Universitas Biro Bebras dimana salah satunya Biro Bebras Universitas Ciputra Surabaya.

Gerakan PANDAI

Gerakan PANDAI

 

Anda Guru SD atau SMP? Klik di sini untuk mendaftar!

Workshop Computational Thinking untuk Guru SD – SMP

Bebras Biro Universitas Ciputra Surabaya sendiri akan kembali menyelenggarakan Workshop Computational Thinking untuk kedua kalinya, dimana kali ini yang menjadi sasaran adalah Guru SD dan Guru SMP. Kegiatan serupa telah diselenggarakan secara terbatas pada tanggal 4-5 dan 8-9 Februari 2021 yang lalu oleh guru-guru terpilih dari Sekolah Ciputra, Sekolah Citra Berkat, dan Sekolah Citra Berkat di seluruh Indoneisa.

Dokumentasi Workshop Computational Thinking Batch 1

Dokumentasi Workshop Computational Thinking Batch 1

Kegiatan akan diselenggarakan pada tanggal 5,7, dan 8 Maret 2021 secara online melalui aplikasi video conference Zoom. Workshop ini dapat diikuti oleh guru- guru di kawasan Surabaya dan sekitarnya, serta guru-guru dari sekolah yang dinaungi oleh Yayasan Ciputra Pendidikan dan Yayasan Citra Berkat di seluruh Indonesia. Penyelenggara juga akan memberikan subsidi pulsa/kuota data kepada para guru yang mengikuti kegiatan ini pada semua sesi dan berperan aktif dalam kegiatan yang telah dirancang.

Materi dari workshop yang akan diselenggarakan meliputi Pengenalan Computional Thinking & implementasinya di Sekolah Dasar & Menengah. Melalui workshop ini guru akan mendapatkan pengetahuan dan dapat mempraktekkan strategi untuk mengenalkan CT kepada siswa. Guru akan mempelajari berbagai kegiatan untuk memberikan kemaampuan berpikir komputasional berbasis aktivitas, baik dengan maupun tanpa mempergunakan komputer. Peserta workshop juga akan mendapatkan materi tentang bagaimana  mencari dan memberdayakan berbagai macam sumber daya terkait CT yang tersedia secara di Internet, serta mengintegrasikan CT ke dalam mata pelajaran yang diampu di sekolah masing-masing. Pada sesi terakhir, guru juga akan didampingi untuk mengembangkan rancangan dan kemudian mempresentasikan rancangan kegiatan yang dibuat kepada kelompok maupun seluruh peserta untuk kemudian mendapatkan masukan dari rekan guru lain maupun para dosen pendamping sebelum nantinya diimplementasikan.

Biaya Partisipasi

Biaya partisipasi guru telah ditanggung oleh Bebras Indonesia melalui Gerakan PANDAI yang didanai oleh Google.org. Jadi tidak ada biaya (GRATIS/FREE) yang dibebankan kepada peserta workshop ini.

Kami juga akan memberikan subsidi pulsa serta sertifikat kepada para peserta yang mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir dan berpartisipasi aktif, serta telah mempraktekkannya dalam micro teaching.

Selain itu nantinya kami juga akan memilih dan memberikan hadiah kepada beberapa guru/kelompok yang menunjukkan hasil implementasi yang terbaik.

Komitmen Peserta

Setiap peserta workshop Gratis ini WAJIB BERKOMITMEN untuk mengikuti seluruh sesi acara workshop dan mengimplementasikannya sebanyak minimal 4x di kelas masing-masing (micro teaching) hingga batas waktu Oktober 2021. Komitmen akan dituangkan dalam bentuk Surat Pernyataan akan dikumpulkan pada saat pelaksanaan workshop.

Klik di sini untuk mendaftar di workshop ini

Biro Bebras Universitas Ciputra Surabaya

Fakultas Teknologi Informasi Universitas Ciputra yang terdiri dari Program Studi Informasi (Terakreditasi A) dan Program Studi Sistem Informasi merupakan salah satu Bebras Biro yang turut serta berperan dan berpartisipasi dalam Gerakan PANDAI ini. Adapun kegiatan yang diselenggarakan adalah Workshop Computational Thinking yang tidak hanya berupa teori, namun dilaksanakan secara interaktif hingga proses mentoring untuk penerapannya di kelas oleh setiap guru yang berpartisipasi.

Tentang Bebras Indonesia

Bebras pertama kali digelar di Lithuania (www.bebras.org), merupakan aktivitas ekstra kurikuler yang mengedukasi kemampuan problem solving dalam informatika dengan jumlah peserta terbanyak di dunia. Siswa peserta akan mengikuti kompetisi bebras di bawah supervisi guru, yang dapat mengintegrasikan tantangan tersebut dalam aktivitas mengajar guru. Kompetisi ini dilakukan setiap tahun secara online melalui komputer.

Yang dilombakan dalam kompetisi adalah sekumpulan soal yang disebut Bebras taskBebras task disajikan dalam bentuk uraian persoalan yang dilengkapi dengan gambar yang menarik, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami soal. Soal-soal tersebut dapat dijawab tanpa perlu belajar informatika terlebih dahulu, tapi soal tersebut sebetulnya terkait pada konsep tertentu dalam informatika dan computational thinking. Bebras task sekaligus menunjukkan aspek informatika dan computational thinking.

Kompetisi Bebras didirikan di negara Lithuania oleh Prof. Valentina Dagiene dari University of Vilnius pada tahun 2004. Bebras adalah istilah dalam bahasa Lithuania untuk “beaver” (dalam bahasa Indonesia adalah “berang-berang”). Bebras dipilih sebagai simbol tantangan (challenge), karena hewan beaver berusaha keras untuk mencapai target secara sempurna dalam aktivitasnya sehari-hari. Mereka membuat bendungan dari ranting-ranting pohon di sungai atau aliran air dan membuat rumahnya sendiri. Kompetisi ini disebut Bebras untuk menunjukkan kerja keras dan kecerdasan diperlukan di dalam kehidupan.

Kompetisi Bebras dilaksanakan setiap tahun. Negara yang sudah berpartisipasi mengikuti Bebras ada lebih dari 55 negara. Pada tahun 2018, jumlah peserta yang mengikuti Bebras Challenge mencapai lebih dari 2,75 juta siswa dari berbagai belahan dunia.

Setelah kunjungannya ke Indonesia pada bulan Februari 2016, Prof. Valentina Dagiene (Vilnius University, Lithuania), yaitu penggagas (founder) Bebras Internasional, mengundang Indonesia menjadi observer pada Workshop Internasional Bebras pada bulan Mei tahun 2016.

Indonesia berpartisipasi mengadakan Bebras Challenge untuk pertama kalinya pada bulan November 2016, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Komite Internasional Bebras.

 

Grow with Google

Grow with Google