Mahasiswa Informatika Universitas Ciputra, menggunakan waktu selama kuliah daring dengan positif, salah satunya adalah mengikuti Lomba Nasional Kreativitas Mahasiswa (LO Kreatif) yang diadakan oleh Aptisi Wilayah VII Jawa Timur. Pada tahun ini LO Kreatif mengambil tema “KREATIVITAS ANAK BANGSA UNTUK INDONESIA SAAT PANDEMI”. Lomba yang terdiri dari 5 kategori  ini, dilaksanakan melalui 2 tahap yaitu: babak penyisihan yang dilaksanakan pada tanggal 28 September – 31 Oktober 2020 dan babak Final yang dilaksanakan pada tanggal 16 November 2020.

Kelompok TechnoSpire dari yang terdiri dari mahasiswa Informatika UC angkatan 2019 ini pada lomba ini berpartisipasi pada kategori Desain UI/UX Aplikasi Mobile/Web. Ide yang diajukan adalah sebuah solusi berupa pembuatan desain UI dan UX untuk aplikasi yang bernama Deris (Detektor Risiko). Ide tersebut berawal dari keprihatinan kelompok TechnoSpire terhadap kondisi masyarakat pada masa pandemi di tahun 2020 yang lalu. Pada masa tersebut masyarakat diharuskan untuk melakukan PSBB dan tinggal di rumah. Namun kondisi ekonomi di Indonesia membuat beberapa orang harus tetap keluar rumah untuk bisa mencari nafkah. Agar kegiatan masyarakat di luar rumah bisa tetap dilaksanakan dalam kondisi pandemi ini pemerintah melakukan berbagai upaya untuk membatasi penyebaran COVID-19, termasuk dengan menggunakan aplikasi untuk memberi informasi tentang protokol Kesehatan dan peta persebaran COVID-19. Namun dalam eksekusi upaya tersebut, kelompok TechnoSpire menemukan aplikasi yang berfungsi sebagai radar COVID-19, merupakan aplikasi yang berbentuk web dan tidak mengikuti material guidelines untuk aplikasi mobile. Selain itu, data yang disajikan hanya memberitahu lokasi terjadinya kasus COVID-19 , tanpa memberi sebuah kesimpulan dari tingkat keamanan pengguna di suatu lokasi. Hal tersebut membuat pengguna harus menyimpulkan sendiri, tentu hal tersebut kurang efisien untuk membantu pengguna.

Aplikasi Deris dirancang untuk mendukung SDGs nomor 3 dalam rangka menjaga Kesehatan. Aplikasi ini mampu memberikan informasi penyebaran COVID-19 yang telah terjadi dalam bentuk peta dan mampu memberikan sebuah kesimpulan dari data-data yang disajikan dengan bantuan dari AI berdasarkan orientasi pada pengguna dan bukan secara keseluruhan. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa tidak semua data dari COVID-19 dibutuhkan oleh pengguna. Pada umumnya, pengguna hanya akan mencari data yang mereka perlukan yang bisa membuat kesimpulan apakah mereka aman atau tidak. Selain itu, eksekusi untuk pembuatan desain UI dan UX akan disesuaikan dengan material guidelines yang dibuat oleh pihak Google selaku pengembang dari sistem operasi Android. Hal tersebut dilakukan agar pengguna bisa cepat memahami fungsi aplikasi dan tetap nyaman dalam menggunakan aplikasi.

Adapun nama anggota kelompok TechnoSpire:

  1. Hans Richard Alim Natadjaja
  2. Franciscus Valentinus Ongkosianbhadra
  3. Vincent Fernando

Upaya dan kerja keras kelompok ini berhasil membuah hasil dimana pada lomba ini mereka berhasil menjadi finalis. Selamat atas prestasinya, semoga pada kesempatan lain dapat meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

written by: Technospire

edited by: SEW