Teknologi Web Development yang perlu dipelajari kalau ingin menjadi seorang Full Stack Web Developer di tahun 2019, apa saja ya?

Teknologi Web Development untuk Pemula

Perkembangan dunia Teknologi Informasi berjalan sangat pesat dan membuat banyak orang yang ingin menggelutinya bertanya-tanya, apa yang harus saya pelajari terlebih dahulu? Di mana sumber belajarnya? bagaimana dengan prospeknya?.

Saat ini profesi Web Development sangat banyak dibutuhkan dengan bermunculannya startup di bidang teknologi di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri sudah dikenal berbagai perusahaan yang dikenal dengan perusahaan Unicorn – perusahaan yang memiliki valuasi 1 miliar USD. Tentunya nama Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak sudah tidak asing lagi bukan. Selain menggunakan mobile apps, teknologi lain yang banyak dimanfaatkan adalah masih dengan menggunakan situs web untuk memberikan layanan maupun produk yang mereka tawarkan.

Apabila ingin belajar bagaimana mengembangkan web masih sangat relevan di tahun 2019 ini, tidak berarti sudah tertinggal karena sudah banyak yang sangat menguasai dan professional di bidangnya. Namun demikian, tentunya perlu proses dan kesabaran dan ketekunan untuk mempelajarinya, karena untuk menguasai teknologi ini perlu banyak berlatih dan mencoba untuk mengerjakan berbagai tutorial yang banyak ditemui di Internet.

Teknologi Web Development 2019

Berikut adalah berbagai teknologi  yang terkait dengan web development yang perlu untuk dipelajari pada tahun 2019. Semua teknologi di bawah merupakan hasil riset dari penulis dari berbagai sumber yang ada, dimana mungkin penulis lain akan memiliki daftar berbeda.

1. HTML

HTML merupakan dasar sebuah halaman web, yang berisi pengaturan untuk isi dari halaman web yang terkait. Programmer (hmm, banyak mengatakan kalau orang yang bertugas membuat halaman web dengan HTML bukan programmer 🙂 harus dapat membuat sebuah struktur yang mudah dimengerti, tidak hanya oleh orang lain namun juga oleh mesin pencari seperti misalnya Google. Hal ini bertujuan agar nantinya halaman web akan mudah ditemukan oleh calon pengguna yang mencari informasi terkait melalui mesin pencari.

2. CSS

HTML pada awalnya dikembangkan agar informasi yang disebarkan melalui halaman web dapat dibaca dengan lebih mudah. Awalnya teknologi tersebut terutama diperuntukkan hanya utamanya untuk membagikan data teks, gambar, dan hyperlink. Namun demikian pada perkembangan seiring dengan bertambahnya kecepatan Internet, penggunaan web semakin meluas hingga seperti sekarang.

CSS merupakan salah satu teknologi yang ditemukan untuk membuat tampilan dari halaman web menjadi cantik. Melalui penggunaan CSS, halaman web dipisahkan menjadi 2 bagian: bagian isi atau content diletakkan di HTML, sedangkan untuk penentuan jenis huruf dan berbagai atributnya, warna, posisi, dan berbagai hal lainnya diatur melalui CSS.

3. PHP

Halaman web yang hanya menggunakan HTML dan CSS merupakan halaman web yang bersifat statis. Isi dari halaman web akan tetap, tidak mengalami perubahan meskipun dikunjungi berkali-kali, sampai pada saatnya pengembang web mengganti isi secara manual. Halaman web yang modern menggunakan server-side scripting – kode komputer yang diletakkan di server – untuk menampilkan data yang bersifat dinamis. Salah satu bahasa script atau program yang paling populer adalah PHP.

4. JavaScript

Halaman web yang dinamis tidak hanya dijalankan dengan menggunakan server-side scripting seperti PHP. Javascript yang awalnya merupakan sebuah teknologi yang digunakan memanipulasi isi halaman web yang dijalankan di sisi client ini sempat tidak terlalu diperhatikan karena bagi sebagian orang dianggap sulit. Namun, teknologi ini merupakan salah satu teknologi yang berperan sangat penting dalam pengembangan Web 2.0 yang bersifat dinamis. Melalui penggunaan teknologi ini data maupun tampilan halaman web dapat diubah atau diperbaharui tanpa harus me-refresh atau memuat ulang halaman.

Teknologi ini juga semakin banyak dikembangkan untuk pembuatan Progressive Web App, sebuah teknologi yang sedang dikembangkan agar memungkinkan sebuah halaman web terlihat seperti layaknya sebuah mobile apps.

5. MySQL/Postgres

Salah satu yang memungkinkan sebuah halaman bersifat dinamis dan menampilkan data yang baru ada ketersediaan database. Melalui database dimungkinkan untuk dikembangkan sebuah sistem yang menampung data yang dibuat oleh administrator maupun orang yang mengakses situs web. Berkembangnya situs web semacam social media (Facebook, Instagram, dan sebagainya), marketplace (Tokopedia, Bukalapak, dan sebagainya), maupun berbagai jenis situs web lainnya tidak lepas dari ketersediaan teknologi database.

Salah satu database yang paling populer untuk pengembangan web adalah MySQL yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Bagi perusahaan yang membutuhkan performa database yang lebih baik dengan fitur yang lebih banyak, dapat dipergunakan Postgres SQL atau berbagai teknologi lainnya.

6. WordPress

WordPress sendiri merupakan sebuah Content Management System (CMS). Melalui website CMS seperti WordPress, dapat dibuat sebuah situs web dengan sangat mudah tanpa harus banyak mempelajari hal-hal teknis. Namun demikian tentunya perlu dipergunakan themes yang dapat diperoleh secara gratis maupun berbayar untuk menghasilkan tampilan yang cantik dan professional. Mengembangkan themes merupakan salah satu keahlian yang mungkin perlu dipelajari dan banyak dibutuhkan. Selain itu dapat dipelajari pula cara untuk mengembangkan plug-in agar dapat menambahkan fungsionalitas sesuai dengan yang dibutuhkan.

7. Laravel

Mengembangkan sebuah website yang dinamis seperti dijelaskan sebelumnya dapat dilakukan dengan menguasai HTML, CSS, dan Javascript. Namun demikian penggunaan teknologi tersebut cukup memakan waktu. Sekelompok orang telah mengembangkan framework seperti Bootstrap untuk memudahkan pengembang web untuk memanfaat kumpulan script atau library sehingga pembuatan user interface dapat dilakukan dengan waktu yang lebih singkat dan lebih mudah.

Dalam hal pengembangan web secara fungsionalitas, banyak dikembangkan pula berbagai framework web development. Selain Code Igniter, Symfony, dan Yii yang telah lebih dahulu populer dan banyak dipergunakan, saat ini Laravel merupakan framework web development yang paling banyak dipergunakan oleh para pengembang web. Laravel memiliki berbagai fitur yang mempercepat proses pengembangan web dan telah dilengkapi dengan fitur security dan berbagai fitur tambahan lainnya.

 

8. Firebase

Pada banyak kasus pengembangan web, data yang dibutuhkan tidak membutuhkan relasi yang rumit. Dalam hal ini lebih dibutuhkan sistem yang dapat menangani jumlah data yang sangat besar dengan waktu proses yang cepat. Ketersediaan berbagai sistem cloud computing seperti Amazon Web Service (AWS), Microsoft Azure, atau Google Cloud memberikan solusi untuk para pengembang web untuk fokus kepada fungsionalitas web nya dibanding dengan perhatian lebih yang harus diberikan untuk menangani server.

Dalam hal ini Firebase yang merupakan bagian dari Google Cloud merupakan salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan untuk menyimpan data. Menggunakan sistem yang disebut dengan NoSQL, Firebase memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan untuk menyimpan data dalam jumlah besar dan memiki kemampuan yang ditingkatkan dengan mudah atau seringkali disebut dengan memiliki scaleability yang tinggi.

9. ReactJS

JavaScript seperti dijelaskan sebelumnya merupakan salah satu teknologi yang mendukung pembuatan situs web yang dinamis dan tidak mengharuskan penggunanya untuk menampilkan data baru tanpa harus memuat ulang keseluruhan halaman web. Namun demikian penggunaan JavaScript bagi sebagai orang relatif sulit untuk dipelajari dan menuntut kerja keras untuk menghasilkan fitur yang dikembangkan.

Facebook mengembangkan sebuah framework JavaScript yang diharapkan dapat membantu para pengembang web untuk memanfaatkannya untuk mengembangkan web dinamis dengan cara yang lebih mudah dan lebih singkat. Dengan mempelajari ReactJS, programmer juga akan mendapatkan keuntungan sendiri, dimana nantinya dapat menjadi dasar dalam mempelajari React Native yang memungkinkan penggunaan React untuk menghasilkan aplikasi mobile multi platform yang dapat dikompilasi untuk sistem operasi IOS maupun Android.

10. GitHub

Dalam pengembangan web maupun aplikasi tipe lainnya, seringkali programmer mengalami kesulitan untuk menyimpan sejarah pengembangan. Selain itu seringkali programmer yang bekerja dalam tim juga kesulitan dalam proses kolaborasi nya. Dalam hal ini programmer perlu mempelajari sistem subversion yang dapat mempermudah penyimpanan berbagai versi program yang telah dikembangkan serta memungkinkan untuk berkolaborasi dalam team.

Apakah ada teknologi pengembangan web lain yang perlu dipelajari selain 10 Teknologi Web Development di atas?

Seperti dijelaskan pada 10 Teknologi Web Development sebelumnya berbagai daftar tersebut merupakan pendapat pribadi dari penulis, dimana bagi programmer lain mungkin ada teknologi lain yang dianggap lebih perlu untuk dipelajari. Berikut adalah salah satu video yang dipublikasikan oleh TraversyMedia.com yang memberikan gambaran mengenai teknologi pengembangan web yang perlu untuk dipelajari di tahun 2019.

 

Video courtesy of TraversyMedia.com