SURABAYA – Mengasah logika tak harus dengan membaca buku atau menghitung dimeja belajar. Ternyata, ada cara lain yang lebih menyenangkan seperti yang dilakukan siswa SMA di Universitas Ciputra Surabaya. Mereka mengasah kemampuan bermain logika dengan mengikuti kompetisi National Progamming and Logic Competition (NPLC) 2018.

Alurnya pun layaknya dalam games sungguhan. Peserta diberikan sebuah kasus dengan misi penyelamatan. Namun untuk membuat misi berhasil, peserta harus mendapatkan pasword untuk membuka brankas. Pasword ini dibeli dari uang yang kumpulkan saat barmain dalam 24 pos yang ada. “Ini di level pertama, di level dua dan tiga kita beri challenge yang lebih berat,” kata Citra Lestari, Penanggung jawab kategori kompetisi games riley, Minggu (4/10).

Di setiap posnya, mereka diberi waktu tertentu untuk menyesuaikan soal. Bisa dengan battle dengan tim lain maupun penyelesaian mandiri. Challengenya pun bermacam-macam. Salah satu yang menarik adalah dalam permainan Death battle. Peserta ini harus menahan sakit pinggang jika kalah menjawab soal dari lawan.

Dalam permainan ini, mereka di berikan riddle, bisa logika yang sesungguhan maupun pertanyaan nonsense. Mereka yang kalah harus mengikuti instruksi dari tim lawan untuk berpose diatas pola. Aturannya, mereka yang jatuh lah yang akan kalah. Bagi tim yang cerdik, mereka akan mengerjai lawan habis-habisan.

Citra menambahkan, kunci untuk memenangkan kompetisi ini terletak pada kekompakan, kekuatan fisik dan kemampuan mengurai logika. Karena lombanya dibuat beregu, maka kerjasama tim menjadi hal penting agar bisa menang. Dosen Informatika sekaligus Pembina NPLC 2018, Mychael Maoeretz, menjelaskan, kompetisi berupa reli games ini baru pertama dilakukan. (is/rtn)

Sumber : Radar Surabaya, 5 November 2018, Hal 8