Kamera 360 Terbaik mana yang layak dibeli? Kamera 360 merupakan trend terbaru di teknologi kamera, karena menawarkan sebuah pengalaman baru dalam fotografi serta memungkinkan penggunanya untuk mengabadikan keseluruhan suasana di suatu tempat dan suatu waktu.

Perkembangan Teknologi Foto Panorama

Dunia fotografi terus menawarkan berbagai teknologi terbarunya demi mengabadikan sebuah situasi, suasana, atau kejadian. Para vendor berupaya untuk menambahkan fitur terbarunya yang memudahkan penggunannya untuk memotret lebih lebar.

Salah satu istilah yang dipergunakan untuk sebuah visualisasi pandangan secara 360 derajat disebut dengan Panorama. Istilah ini dipergunakan oleh seorang seniman bernama Robert Barker pada tahun 1787 dalam karyanya yang berjudul “Apparatus for Exhibiting Pictures”. Istilah ini dimunculkan pertama kali dalam dunia cetak melalui artikel yang dimuat di The Morning Chronicle, sebuah penerbitan dari British [1]. Salah satu karyanya adalah Panorama of London Barker yang tampil berikut ini.

Panorama of London Barker

Panorama of London Barker, courtesy of Wikipedia

Di dunia fotografi sendiri berbagai fotografer berupaya untuk menggabungkan beberapa foto yang mereka ambil menjadi sebuah foto Panorama. Upaya ini bahkan telah muncul sejak tahun 1800an.

Namun kehadiran teknologi fotografi digital-lah yang membuat foto Panorama semakin popular dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan menggunakan teknologi digital, proses penggabungan foto yang disebut dengan proses image stitching menjadi semakin mudah.

Perkembangan teknologi smartphone juga semakin mendorong berkembangnya fotografi panorama. Berbagai aplikasi fotografi yang disediakan oleh vendor smartphone menawarkan ketersediaan fitur panorama. Berbagai aplikasi fotografi yang popular di App Store baik untuk Android maupun IOS juga menyediakan fitur yang serupa.

Foto 360

Pada perkembangannya Panorama masih dianggap belum cukup. Dunia Virtual Reality membutuhkan sebuah pengalaman yang lebih dari kesempatan orang melihat foto ke kiri dan ke kanan secara 360 derajat. Dibutuhkan sebuah teknologi yang memungkinkan penggunanya untuk melihat tidak hanya ke kiri dan ke kanan, namun juga ke atas dan ke bawah.

Google sebagai salah satu raksasa teknologi informasi merupakan salah satu yang mempopulerkan kehadiran foto 360 derajat melalui sebuah fitur yang diperkenalkan pada tahun 2007 yang diberi nama Google Street View. Fitur ini memperkuat sebuah layanan peta terbesar dunia yang telah menghebohkan yang disebut dengan Google Maps.

Melalui Google Street View, pengguna Google Maps dapat melihat kondisi sebuah tempat secara 360 derajat. Fitur ini bahkan memungkinkan penggunanya untuk bernavigasi di area tersebut. Meski menimbulkan berbagai kontroversi terkait dengan privasi dari orang yang di daerah dimana foto tersebut diambil, Google Street dirasakan bermanfaat sekali dalam menunjang kebutuhan orang yang ingin menuju ke sebuah tempat yang belum pernah dikunjunginya. Foto berikut menampilkan Street View Universitas Ciputra, yang diambil beberapa waktu lalu, mengingat saat ini telah dilaksanakan pembangunan UC Tower setinggi 22 lantai di lokasi ini.

Universitas Ciputra Street View

Universitas Ciputra Street View

Bagaimana cara Google membuat foto 360 ini di berbagai lokasi di dunia, bahkan telah menjangkau Surabaya?. Caranya dengan menggunakan mobil yang dilengkapi dengan serangkaian kamera untuk memotret kondisi di berbagai arah (lihat foto berikut). Mobil yang disebut dengan Google Street View Car ini dilengkapi juga oleh GPS untuk menentukan pengambilan foto secara akurat.

Google Street View Car, photo: Wikipedia

Google Street View Car, photo: Wikipedia

Aplikasi Kamera 360

Berkembangnya teknologi gadget juga menawarkan kecanggihan tersendiri untuk aplikasi kamera yang disediakan, baik untuk gadget yang menggunakan OS IOS (iPhone, iPad, dst) maupun Android. Berbagai aplikasi mulai yang dikembangkan oleh Google sendiri yang diberi nama Google Camera, maupun aplikasi yang dikembangkan oleh berbagai vendor.

Aplikasi Google Camera yang disediakan oleh Google menyediakan fitur Photo Sphere untuk memotret 360 derajat, serta fitur Panorama untuk foto panorama. Serupa dengan aplikasi yang dikembangkan Googl, vendor gadget juga seringkali menyediakan aplikasi kamera dengan fitur untuk pengambilan gambar 360. Pada smartphone Samsung seri tertentu, yang umumnya high-end, tersedia mode kamera Surround Shot untuk menghasilkan foto 360, atau Panorama untuk foto panorama.

Berbagai aplikasi ini memiliki kelemahan, dimana proses penggabungan foto atau biasaya disebut dengan proses stitching kurang dapat menghasilkan gambar yang sempurna. Hal ini disebabkan karena pergeseran kamera pada saat pengambilan gambar.

Kamera 360

Meningkatnya minat para penggemar fotografi untuk mengabadikan gambar 360, mendorong para produsen gadget berlomba untuk mengembangkan kamera 360 yang dapat menghasilkan kualitas gambar yang bagus. Vendor kamera yang tidak asing lagi seperti Kodak, Ricoh, dan Nikon tidak mau ketinggalan dalam hal ini.

Salah satu produsen kamera yang dianggap sukses dengan Kamera 360 adalah Ricoh, dengan produknya yang bernama Ricoh Theta. Kamera yang berukuran kecil ini memiliki 2 buah kamera di bagian depan dan belakang untuk menangkap moment sekeliling dengan satu kali pengambilan gambar. Kamera yang seharga 5 jutaan ini memiliki kualitas stiching yang diakui terbaik di kelasnya untuk saat ini. Kualitas stitching ini dimungkinkan dengan ukuran tubuh kamera yang tipis dengan jarak kamera fish eye di bagian depan dan belakang ini tidak terpisah jauh.

Vendor lain seperti Kodak, menelurkan produk-produk Kodak PIXPRO SP360 4K atau adiknya yang lebih terjangkau, Kodak PIXPRO SP360. Nikon tidak ketinggalan dengan merilis Nikon KeyMission 360. Vendor lain yang sebelumnya belum terdengar kiprahnya di dunia fotografi juga memiliki produk yang tidak kalah hebatnya, misalnya: 360fly 4K, Insta360, atau Giroptic 360cam. Masing-masing memiliki kelebihannya tersendiri, meski tidak luput dan kekurangan pula.

360 Fly 4K, photo: wareable.com

360 Fly 4K, photo: wareable.com

Kodak Pix Pro SP360 4K

Kodak Pix Pro SP360 4K, photo: wareable.com

Pada tahun 2016, vendor smartphone seperti Samsung dan LG berlomba untuk mengembangkan kamera 360 yang merupakan pelengkap smartphone yang merupakan produk utamanya. LG yang merupakan salah satu pelopor ponsel dengan modul tambahan yang bisa dibongkar pasang dengan mudah, merilis LG 360 yang merupakan bagian dari produk LG and Friends. Samsung tidak mau ketinggalan dengan merilis Samsung Gear 360.

Kamera 360 Terbaik

Masing-masing kamera 360 yang telah disebutkan di atas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berbagai faktor yang menentukan pilihan kamera 360 terbaik adalah dari segi: harga, kualitas gambar yang dihasilkan, kualitas video, kualitas sticthing, serta tidak ketinggalan pula dukungan apps yang tersedia baik di smartphone maupun di pc.

Berdasarkan hasil pengamatan, Ricoh Theta masih dianggap yang menghasilkan gambar terbaik, khususnya dalam hal stitching, dimana seperti dijelaskan sebelumnya, posisi kedua kamera yang dipergunakan oleh Ricoh Theta cukup berdekatan, sehingga memudahkan proses stiching untuk menghasilkan gambar yang tidak terputus atau sering dikenal dengan istilah “seamless“. Selain itu, Ricoh Theta mendapatkan banyak pujian karena portabilitas nya mengingat ukurannya yang kecil. Kekurangan dari Ricoh Theta adalah tidak tersedianya expandable memory, dimana pengguna harus puas dengan batasan 8GB memory yang disediakan di kamera. Selain itu resolusi foto maupun video yang meski sudah cukup tinggi, mencapai resolusi 2K untuk video, masih dianggap kurang untuk ditampilkan secara optimal. Resolusi 2K harusnya sudah diatas resolusi Full HD, namun perlu diingat bahwa video adalah untuk menampilkan area 360 derajat, sehingga yang tampak di tampilan dalam suatu saat jauh di bawah kualitas HD.

Kamera 360: Ricoh Theta

Kamera 360: Ricoh Theta

Pilihan lain adalah LG 360 yang merupakan salah satu Kamera 360 yang termurah untuk saat ini. Kualitas gambar maupun video yang dihasilkan juga dianggap cukup baik, meski banyak yang berpendapat bahwa akurasi warna dari gambar maupun video yang dihasilkan kurang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Faktor minus lain adalah dukungan apps yang minim, dan masih banyaknya bugs, dimana salah satunya adalah proses koneksi antara kamera dengan apps yang lama. Salah satu point positif yang dimiliki adalah ketersedian casing yang selain berfungsi sebagai pelindung kamera juga berfungsi untuk memperpanjang body dari kamera sehingga memudahkan untuk dipegang. Video yang dihasilkan juga masih menggunakan resolusi 2K yang juga belum memenuhi kebutuhan bagi sebagain orang.

Kamera 360: LG 360

Kamera 360: LG 360

Kamera lain yang dianggap cukup ekonomis dan memiliki kualitas foto maupun video yang dihasilkan adalah Samsung Gear 360. Kamera yang berbentuk unik seperti bola ini banyak mengundang perhatian orang di sekelilingnya. Dengan tampilan premium dan terkesan mahal, kamera ini menawarkan resolusi video 4K alias 2 kali dari resolusi yang dimiliki Ricoh Theta maupun LG 360. Namun demikian, desain cantik ini juga merupakan salah satu kelemahan utama dari perangkat ini, mengingat posisi kamera yang cukup jauh antara kamera depan dan belakang, sehingga gambar hasil stitch seringkali mengecewakan, terutama untuk video. Salah satu tips yang bisa dipergunakan untuk meningkatkan kualitas gambar yang dihasilkan adalah menghindari obyek yang memiliki posisi dengan dengan kamera. Keuntungan lain yang dimiliki oleh kamera ini adalah baterainya yang removable dan bisa diganti dengan mudah.

Kamera 360: Samsung Gear 360

Kamera 360: Samsung Gear 360

Kesimpulannya: Manakah yang merupakan Kamera 360 Terbaik?

Seperti dijelaskan, masing-masing kamera memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apabila Anda membutuhkan sebuah Kamera 360 yang selalu dibawa ke mana-mana dan tersimpan di saku celana, Ricoh Theta merupakan pilihan bijak mengingatkan ukurannya yang kecil dan kualitas gambar yang terbaik, meski resolusi yang dihasilkan belum optimal. Pilihan lain adalah LG360 yang juga menyediakan kemudahan untuk menyimpannya di kantog dengan ketersediaan hard case pada kemasan jualnya. Namun demikian, kualitas gambar dan aplikasi pendukungnya di smartphone perlu untuk mendapatkan pertimbangan khusus. Samsung yang menawarkan Gear 360 perlu juga dipertimbangkan, meski cukup merepotkan untuk dibawa ke mana-mana karena bentuknya yang bulat, namun menawarkan resolusi terbaik untuk photo maupun videonya yang memiliki resolusi 4K. Namun demikian, kelemahan dari kamera ini adalah video yang dihasilkan memiliki tampilan hasil stitch yang kurang optimal. Di samping itu, kelemahan lain dari Samsung Gear 360 adalah bahwa smartphone yang disupport hanya beberapa smartphone high-end yang dimilikinya, seperti Note 5, S7, S7 Edge, dan yang setara.

Jadi kalau begitu, apakah sudah saatnya membeli Kamera 360?

written by:
SEW 20161219

Referensi

[1] Wikipedia, nd, Panorama, diakses dari https://en.wikipedia.org/wiki/Panorama

[2] Wikipedia, nd, 360 Degree Video, diakses dari https://en.wikipedia.org/wiki/360-degree_video